Larangan Berkeluh Kesah, Susah Duniawi, Dan Merendah Terhadap Orang Kaya
مَنْ اَصْبَحَ وَهُوَ يَشْكُوْ ضِيْقَ الْمَعَاشِ فَكَأَنَّمَا يَشْكُوْ رَبَّهُ وَمَنْ اَصْبَحَ لِاُمُوْرِ الدُّنْيَا حَزِيْنًا فَقَدْ اَصْبَحَ سَاخِطًا عَلَى اللهِ وَمَنْ تَوَاضَعَ لِغَنِيٍّ لِغِنَاهُ فَقَدْ ذَهَثَ ثُلُثَا دِيْنِهِ.
Sebagaimana sabda Nabi SAW. Berikut ini :
``Barangsiapa yang dipagi hari sudah mengadukan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), maka berarti ia telah mengeluh kepada Tuhannya. Dan barangsiapa yang di pagi hari sudah merasa susah dengan urusan duniawinya, maka berarti ia telah membenci allah saat itu juga. Dan barangsiapa yang merendahkan dirinya di depan orang kaya lantaran melihat hartanya, maka sesungguhnya telah hilang dua pertiga agamanya (dari dirinya). ``
Kitab Akhlaq (Akhlaq Lil Banin, Al-Hikam Ibnu Athoillah, dan Nashoihul Ibad) - http://daarulhijrahtechnology.blogspot.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar