Kamis, 27 September 2012

PEMBUATAN KAOS SANTRI PONDOK PESANTREN DAN UMUM
Assalamu'alaikum ...
Bagi Anda yang membutuhkan kaos untuk sekolah maupun pondok Pesantren
Kami bisa membantu Anda.
Anda bisa memesan dengan desain sendiri dengan ketentuan:
- Minimal order : 12 kaos
- Gambar dan tulisan desain ukuran A4
- Bahan cotton

Alamat kami :
Kusumodilagan Rt 01/X Solo - JATENG
HP: 0815 7988 822, 0823 2976 0770
PIN : 7479C4B0

Transfer Via:
Bank Syariah Mandiri (BSM)
No. Rek 3757005347
a,n Tofek Ariyanto  

Kami juga menyediakan kaos yang ready :
Lihat Katalog Produk Kami

 PRODUK BARU :




 PRODUK BARU : Rp. 40 Ribu ajah!!! (Harga Grosir)

PRODUK BARU Kaos RAGLAN : Rp. 45 Ribu ajah!!! (Harga Grosir)





 PRODUK BARU  : Rp. 40 Ribu ajah!!! (Harga Grosir)



































KAOS SETELAN ANAK










 PRODUK PESANAN : Rp. 40 Ribu ajah!!! (Harga Grosir)


























Minggu, 08 Juli 2012


Puasa Menurut Para Ahli Kedokteran

PUASA memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.

Puasa dapat membuat kulit menjadi segar, sehat, lembut, dan berseri. Karena, setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, dan pelupuk mata serta dalam bentuk lemak dan glikogen.

Manusia mempunyai cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan energi tersebut dapat bertahan selama 25 jam. Cadangan gizi inilah yang sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai pangan dari luar. Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh dikeluarkan sehingga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpanannya. Peristiwa ini disebut peremajaan sel. Dengan meremajakan sel-sel tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh serta kulit kita. Oleh karena itu, orang yang sering berpuasa kulitnya akan terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri karena proses peremajaan sel dalam tubuhnya berjalan dengan baik.

Beberapa Ilmuwan telah melakukan beberapa penelitian tentang puasa diantaranya secara ringkas dibawah ini:

1. Allan Cott, M.D.,
Seorang ahli dari Amerika, telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku Why Fast membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain: a. To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental). b. To look and feel younger (melihat dan merasa lebih muda). c. To clean out the body (membersihkan badan) d. To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak. e. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks). f. To let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya). g. To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa). h. To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi). i. To gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri). j. To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).

2. Dr. Yuri Nikolayev
Direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow menilai kemampuan untuk berpuasa yang mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini. Beliau mengatakan: what do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting. (Menurut pendapat Anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional).

3. Alvenia M. Fulton
Direktur Lembaga Makanan Sehat Fultonia di Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

4. Riyad Albiby and Ahmed Elkadi
Mengatakan Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh atau imun system terhadap berbagai penyakit. Ditunjukkan dengan peningkatan fungsi sel limfa yang memproduksi sel limfosit T yang secara significan bertambah, setelah puasa.

5. Sulimami
Mengatakan bahwa untuk penyakit seperti diabetes sekalipun puasa ramadhan tidak akan berbahaya, malah memberikan banyak manfaat (Sulimami, dll, 1988: 549-552)

6. Jalal Saour
Berpendapat bahwa berkurangnya cairan pada puasa akan menurunkan heart rate atau kerja jantung, pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.(Jalal, Riyad,1990)

7. Muzam MG, Ali M.N dan Husain
Berpendapat bahwa puasa juga aman untuk pasien yang mempunyai gangguan ulcer pada lambung. Penelitian dilakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam observasi terhadap efek puasa ramadhan terhadap asam lambung.

8. Elson M. Haas M.D.
Direktur Medical Centre of Marin (sejak 1984) mengatakan dalam puasa (cleansing dan detoksifikasi) merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing, building( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang missing link dalam diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan, lemak yang berlebihan pula. Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, karena puasa bermanfaat sebagai: purifikasi, peremajaan, istirahat pada organ pencernaan, anti aging, mengurangi alergi, mengurangi berat badan, detoksikasi, relaxasi mental dan emosi, perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih seimbang dan lebih terkontrol, meningkatkan imunitas tubuh. dan lebih baik lagi bila dalam pengawasan dokter. Puasa dapat mengobati penyakit seperti Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, astma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris (nyeri dada karena jantung), panas dan insomnia.

9. Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan
Mengatakan bahwa Puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stress. Dia bersama tim dari Falkutas kedokteran Universitas King Saud.yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahwa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Prolaktin, dan insulin. Ini menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan bukanlah pekerjaan yang memberatkan, dan tidak mengakibatkan tekanan mental maupun saraf. Percobaan ini menunjukan peningkatannya terjadi pada perbedaan waktu saja, bila pada hari tidak puasa prolaktin mengalami kenaikan tertinggi pada jam 16.00. sementara pada bulan Ramadhan mengalami puncaknya pada pukul 21.00 dan menurun lagi sampai batas terendahnya pukul 04.00. Sementara insulin meningkat pada pukul 16.00, sedang pada bulan ramadhan pukul 21.00, menurun sampai batas terendah pukul 16.00. Sedang Kortisol pada hari biasa mencapai puncaknya pukul 09.00, menurun pada pukul 21.00, sementara pada bulan Ramadhan tidak ada perubahan berarti.

10. Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi
Bersama rekannya di Amerika melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.

11. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan
Tahun 1990 dari RS Universitas King Khalid, Riyadh Saudi melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung insulin). Dan sejumlah orang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang berarti pada kontrol penyakit diabetes diabetes dikalangan penderita ini. Sejauh ini puasa Ramadhan aman saja bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesadaran dan kontrol makanan serta obat-obatan.

12. Dr. Muhammad Munib
Dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein, total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.

Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa Fasting is the greatest remedy the physician within!

Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menanggulagi penyakit, bahkan di amerika ada pusat puasa yang diberi nama Fasting Center International, Inc, Director Dennis Paulson yang berdiri sudah sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara. Yang merekomendasikan Puasa dalam: (1) program penurunan berat badan, (2) mengeluarkan toxin tubuh, (3) puasa dapat memperbaiki energy, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualitas hidup.

Minggu, 19 Februari 2012

Mungkinkah kita TIDAK memiliki Penyakit WAHN


عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:﴿يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ﴾
Dari sahabat Tsauban r.hu berkata, “Telah bersabda Rasulullah saw,

"Hampir saja bangsa-bangsa berkumpul menyerang kalian sebagaimana mereka berkumpul untuk menyantap makanan di nampan. Salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena sedikitnya jumlah kami pada saat itu?” Beliau menjawab, “Bahkan pada saat itu jumlah kalian banyak, tetapi kalian seperti buih, buih di atas lautan. Sungguh Allah benar-benar akan mencabut rasa takut pada hati musuh kalian dan sungguh Allah benar-benar akan menghujamkan pada hati kalian rasa wahn.” Kemudian seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta kepada dunia dan takut mati”.

Kedudukan Hadis
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam Sunannya pada bab Fi Tada’al Umam alal Islam juz XI halaman 371 hadis nomor 3745. Dalam Musnadnya, Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini dalam bab Wa min Haditsi Tsauban r.hu juz 45 halaman 378 hadis nomor 21363. Hadits ini adalah hadis shahih, marfu dari Rasulullah saw.

Kunci kalimat (Miftāhul Kalām)
(حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ)
“Cinta kepada dunia dan takut mati”

Hadis ini menggambarkan ramalan Rasulullah saw bahwa nanti pada suatu saat umat Islam akan terjangkiti suatu virus yang sangat berbahaya. Virus ini pula yang menjadi penyebab umat islam menjadi bulan-bulanan umat lain. Di mana kehidupan kaum muslimin saat itu sangat jauh dari nilai-nilai yang telah digariskan oleh Allah dan rasul-Nya. Dari hadits di atas tergambar bahwa tidak ada seorang pun sahabat yang menyangkal apa yang dikatakan Rasulullah saw. Mereka justru menanyakan lebih lanjut perihal kondisi umat Islam yang pada suatu masa, mereka tidak lagi dipandang, tetapi menjadi obyek pelecehan dan tindak kebrutalan. Bukan karena jumlah umat Islam yang sedikit, Virus atau penyakit yang bernama al-Wahn-lah penyebabnya. Yaitu kecintaan pada dunia secara berlebih dan takut akan kematian.

Pemahaman Hadis
Kaghusāis sail. Artinya, seperti buih di atas laut.
Jumlah umat islam yang kini mencapai kurang lebih 2 milyar dari penduduk bumi ternyata tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi gelombang serangan yang dilancarkan oleh para musuh islam. Baik serangan itu berupa Cara Berpikir, Budaya, Informasi dan lain sebagainya. Bahkan umat islam dijadikan sasaran pangsa pasar yang empuk. Produk-pruduk yang mereka ciptakan baik berupa teknologi maupun peralatan-peralatan hidup membanjiri pasar kaum msulimin. Akibatnya kaukm muslimin tidak bisa berbuat apa-apa. Selain menjadi umat yang konsumtif. Itu baru dalam satu bidang. Belum lagi uapaya mereka meracuni Cara Berpikir kaum muslimin agar semakin jauh dari nilai-nilai yang telah Alah dan rasul-Nya gariskan.
Dan bukankah gambaran Nabi saw dalam hadis di atas , bahwa posisi kaum muslimin bagai buih di lautan yang terombang-ambing oleh besarnya ombak laut telah menjadi kenyataan saat ini? Belum jelaskah peringatan insan termulia tersebut sehingga kita masih tidur pulas di tengah besarnya gelombang ombak yang terus menghantam kita sebagai umat islam?

Wala yanzaannaallah. Artinya, sungguh Allah akan mencabut.
Ketika kaum muslimin telah jauh dari nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Dan mereka begitu cintanya kepada dunia. Maka Allah akan mencabut rasa takut dari para musuh Islam. Kaum muslimin tidak lagi memiliki Haibah (harga diri). Kita bisa melihat sepak terjang para musuh Islam yang dengan entengnya sering mempermainkan kaum muslimin, seperti tuduhan Islam adalah agama teroris, penyerangan atas negara-negara Islam timur tengah. Kita menyaksikan saudara kita kaum muslimin di antaranya semenanjung Balkan –negeri yang pernah hidup sejahtera selama lebih dari 300 tahun– hingga kini belum lepas dari penderitaan akibat kekejaman pasukan Serbia. Peristiwa yang kurang lebih sama terjadi pula atas kaum muslimin di Chechnya, negara bagian Rusia.
Belum lagi kita berbicara tentang keadaan saudara-saudara kita se-iman lain di Jammu Kashmir, Pattani - Muang Thai, Moro - Philipina, dan perang saudara yang tidak kunjung usai di Afghanistan; juga keadaan kita - kaum muslimin di tanah air -yang masih dihimpit persoalan kemiskinan, kebodohan, penggusuran, ketimpangan sosial, ketidakadilan, krisis akhlak, kerusakan moral, pornografi dan sebagainya, makin menegaskan, umat Islam dalam keadaan amat mundur, tidak seperti yang diisyaratkan Allah dalam al-qur’an sebagai umat terbaik. Benarlah sinyalemaen dari Rasulullah saw 15 abad yang lalu bahwa pada suatu masa umat Islam yang jumlahnya lebih kurang dari 1,5 milyar dicabik-cabik bagai makanan oleh orang-orang rakus tanpa rasa takut. Dan umat tidak bisa berbuat apa-apa atas keadaan yang menimpanya.

al-Wahn. Artinya, Cinta dunia dan takut mati.
Cinta dunia atau hubuddunya adalah cinta berlebih kepada dunia. Cintanya pada dunia melupakan dirinya sebagai hamba Allah swt. Akibatnya larangan-larangan Allah swt tidak ladi diperhatikan. Tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme adalah contoh dari hubuddunya. Rasulullah saw dalam hadis lain mengatakan bahwa cinta dunia adalah sumber dari segala kesalahan. Sedangkan Utsman bin Affan mengatakan, ”Menggandrungi dunia itu kegelapan hati dan menggandrungi akhirat adalah cahaya hati.” Orang yang telah terjangkiti penyakit ini akan melakukan apa saja demi mencapai keinginannya mendapatkan harta, jabatan, kekuasaan dan segala hal yang berhubungan dengan kenikmatan dunia.
Lalu apakah dinul Islam melarang para pemeluknya untuk menjadi orang kaya? Sama sekali tidak. Islam mengajarkan kepada para pemeluknya untuk zuhud terhadap dunia. Dan ingat zuhud bukan berarti antipati terhadap dunia. Sebaliknya menempatkan dunia pada tempatnya. Dunia tidak sampai mengganggu dirinya dalam pengabdian kepada Allah swt. Orang yang zuhud tidak memandang segala hal berdsarkan materi. Sifat zuhud inilah yang sekarang telah luntur dari kaum muslimin di mana mereka selalu menilai segalanya berdasar pada materi. Sahabat-sahabat Nabi saw pun banyak yang menjadi saudagar-saudagar kaya. Tetapi kekayaan yang mereka miliki tidak dijadikan sebagai pemuas hawa nafsu sebalilknya menggunakan harta yang dianugerahkan oleh Allah kepada mereka sebagai sarana untuk ber-taqarrub kepada Allah. Dan saking hati-hatinya para sahabat Nabi saw terhadap kenikmatan dunia sampai sahabat Abu Bakar r.hu berdoa kepada Allah swt, “Ya Allah jadikanlah dunia ini ada di tangan kami dan bukan di hati kami.”
Karahiyatul maut atau takut mati merupakan buah dari sifat hubuddunya. Di mana kecintaan yang berlebih terhadap dunia membuat seseorang takut berpisah dari kehidupan dunia atau bahkan melupakan kematian yang merukan suatu kepastian dari Allah swt. Hal ini telah difirmakan oleh-Nya dalam alqur’an, ”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” ( Qs.al-Imran [3] : 185).
Maka memahami makna hidup di dunia dan kematian sangatlah penting bagi seorang muslim-mukmin untuk terhindar dari virus al-Wahn tersebut.

Perubahan Perilaku (Behavior Transformation)
1. Buang- jauh-jauh sifat hubuddunya dan takut mati.
2. Pahami dengan baik dan benar makna kehidupan dan kematian.
3. Mari bangkit menjadi umat terbaik yang berjalan di bawah koridor Neraca Syari’at.

Oase Pencerahan
Tidak dijadikannya dinul Islam sebgai way of life dalam berbagai segi kehidupan merupakan faktor utama kemunduran Umat islam dewasa ini. Umat telah kehilangan kemuliaannya. Seharusnya umat Islam bisa tampil mangatur kehidupan manusia di dunia secara keseluruhan bukan yang diatur; tampil memimpin bukan yang dipimpin. Seharusnya umat Islam menguasai bukannya malah dikuasai. Secara faktual, potensi 1,2 milyar umat Islam demikian besar. Tetapi kenyataannya umat sebanyak itu berserak seperti buih, lemah tak bertenaga. Sumber daya alam yang ada juga tidak bermanfaat banyak demi kemajuan Islam. Umat tetap terbelakang, tercabik-cabik dan menjadi bulan-bulanan negara-negara besar seperti yang sekarang ini tengah terjadi. Apa yang bisa diperbuat untuk saudara kita di Palestina, Chechnya dan Bosnia? Demikian sulitnyakah mengusir Israel yang berpenduduk hanya sekitar 7 juta dari bumi Palestina? Bagaimana mungkin, umat yang jumlahnya semilyar lebih keok melawan negeri yang berpenduduk lebih sedikit dari kota Jakarta.
Tapi kalau kita renungkan secara mendalam, nasib buruk ini ternyata lebih karena keteledoran umat Islam sendiri; bukan karena musuh Islam. Umat Islam harus menyadari bahwa rumah mereka sendirilah dalam keadaan lemah, tak terpelihara kesehatannya, sehingga tatkala penyakit datang mudah sekali ia berkembang dan membikin lumpuh tubuh yang seharusnya kuat itu. Kita hanya dibuat sibuk dengan masalah-masalah yang sepele, tentang rokok, shalat subuh pakai qunut atau tidak, beduk dan masalah-masalah khilafiah lainnya. Betapa menyedihkannya jika hal-hal sepele seperti itu harus mengorbankan persaudaran tanpa tepi sebgai sesama kaum muslimin-mukmin. Tentu para Zionis dan musuh-musuh islam akan tertawa lebar melihat keadaan kita yang demikan itu. Sebab harapan mereka untuk memecah-belah kaum muslimin dari dalam berhasil. Jika sudah begitu siapa yang dirugikan?
Maka setelah mengetahui hadis ini. Kita rapatkan shaf-shaf persaudaraan kita guna menuju kebangkitan Islam. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa umat Islam masih mampu bangkit dari keterpurukkannya. Kita buktikan bahwa Islam adalah agama rahmat bagi semesta alam. Kita buktikan bahwa Islam adalah peradaban maju yang siap mengadopsi semua sarana kemajuan teknologi jaman digit ini. Kita buktikan kepada Iblis dan tentaranya bahwa mereka hanya bisa menggoda sebagian orang yang dalam Islam memang menjadi sampah dan kendala kemajuan diberikan rahmat oleh Allah. Islam adalah rahmat Allah. Hanya orang yang tidak mengaku Islam yang masih menjadi teman setan. Orang muslim-mukmin sepatutnya tidak lagi mengidap penyakit wahn, cinta dunia dan takut mati. Wa-allahu ’alam.

Senin, 13 Februari 2012

RAHASIA PERNIAGAAN HEBAT ABDURRAHMAN BIN 'AUF



Pada satu ketika dahulu, sahabat Rasulullah, Abdul Rahman Bin Auf adalah usahawan termasyur. Antara perniagaannya adalah menjual unta. Beliau mempunyai satu strategi sehingga mendominasikan pasaran unta, dimana pada sebelum itu pasaran dimiliki oleh usahawan-usahawan Yahudi. Strateginya? unta-unta beliau dijual pada harga cost price (harga kos)- tiada untung! Semua yang ingin membeli unta akan pergi ke Abdur Rahman b Auf. Tiada untung dalam menjual unta? Habis tu, macam mana nak berniaga? Apabila ditanya, jawabnya… Keuntungan tidak diambil dari hasil penjualan unta. Unta dijual pada harga kos. Tetapi, keuntungan diambil dari menjual “tali pengikat unta”. Di situlah datangnya keuntungan. Diceritakan bahawa tali-tali yang dijual adalah cantik dan bermacam-macam warna. Hebat!

Rabu, 01 Februari 2012

Buku "SANG PENAKLUK MALAM"



















Monotone, dan isinya itu-itu saja bila kita membaca buku yang berkenaan dengan shalat Malam.
Lain lagi dengan buku yang berada di tangan Anda sekarang ini. Boleh dikata hampir sama dengan buku lainnya, namun buku ini bukan monotone, tapi monotouch memiliki satu sentuhan khas dari penulisnya.
Anda tidak hanya akan di suguhkan dengan teori bagaimana shalat Tahajjud itu dilaksanakan, tapi Anda akan diajak bersinergi dengan motivasi paling full untuk dapat menjalankan Tahajjud dalam jangka waktu 90 hari.
Ditaburi dengan kisah-kisah para penakluk malam yang fantastis, dan tak lupa juga akan diungkapkan bagaimana rahasia Al Qur’an menjamin kesehatan Anda dengan Shalat Tahajjud.
Saya rasa dengan membaca buku ini, Anda akan mampu melaksanakan Tahajjud secara rutin dalam waktu 1 tahun penuh.
Silakan disimak dan jangan lupa berikan kesempatan kepada orang-orang yang Anda Cintai untuk turut menikmati buku ini.

BUKTIKAN !!!!